
BANDUNG – Institut Teknologi Bandung (ITB), melalui Fakultas Teknologi Industri (FTI) bersama mitra industri, mengembangkan kendaraan otonom bernama Autonomous Vehicle Adaptive/AI (AVA). Inovasi ini bertujuan menghadirkan kendaraan otonom yang efisien, terjangkau, dan sesuai dengan kondisi Indonesia.
Menurut Augie Widyotriatmo, S.T., M.T., Ph.D., dosen FTI sekaligus peneliti utama AVA, “Proyek ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi kendaraan otonom yang aman, efisien, dan adaptif, sekaligus mendorong kemandirian teknologi dalam negeri.”
Berbeda dari kendaraan otonom global yang biasanya mengandalkan sensor mahal seperti LIDAR, AVA menggunakan sistem kamera adaptif yang dipadukan dengan algoritma kecerdasan buatan (AI). Pendekatan ini membuat biaya produksi lebih rendah namun tetap andal untuk kondisi jalan dan lingkungan di Indonesia.
“Dengan sistem berbasis kamera adaptif dan computer vision, kami dapat menciptakan solusi yang ekonomis dan sesuai kebutuhan infrastruktur lokal,” tambah Augie.
Pengembangan AVA melibatkan kerja sama ITB dengan berbagai mitra industri. PT Sibernetika menangani integrasi sistem dan perangkat lunak, PT TESA mendukung proses manufaktur, sementara PT AVS mengelola sistem kendali dan antarmuka manusia-mesin (HMI).
“Kolaborasi ini memungkinkan pengembangan ekosistem inovasi dari riset laboratorium hingga produk siap pakai di industri,” jelas Augie.
Prototipe AVA telah menunjukkan hasil positif. Kendaraan mampu bergerak mandiri, mengenali rintangan, dan menjaga lintasan dengan stabil. Sistem pengawasan berlapis dan kontrol redundan juga memastikan aspek keselamatan tetap terjaga, sehingga AVA siap digunakan di area terbatas seperti bandara dan kawasan industri.
Dalam jangka pendek, AVA akan digunakan sebagai prototipe di bandara dan kawasan industri. Selanjutnya, proyek ini diarahkan untuk produksi terbatas dan diharapkan dapat menembus pasar internasional.
“Target kami jelas: AVA dapat beroperasi di kawasan industri dan bandara, dan ke depannya, Indonesia dapat menjadi produsen kendaraan otonom yang kompetitif di pasar global,” tutup Augie.
Created with systeme.io